Skip to main content

Freak vs Nerd

Dua kata yang sering kita dengar dan gunakan untuk mengatai seseorang tapi sering terjadi salah kaprah atau keliru tentang mana orang FREAK dan mana orang NERD. Padahal dua istilah ini sesungguhnya memiliki makna yang berbeda...
Freak vs NERD
Freak vs NERD
Freak bisa dikatakan untuk seseorang yang begitu menggilai sesuatu. Misalnya gila game, sepakbola, otomotif dan lainnya. Istilah lebih umum dipakai untuk Freak adalah maniak. Orang Freak ini tidak hanya sekedar menggilai sesuatu tapi sudah bercampur dengan fantasi.

Nerd bisa dikatakan untuk seseorang yang pintar atau jenius, hanya saja kepintarannya tidak diiringi dengan kepintaran bersosialisasi, biasanya divisualisasikan dengan kutu buku. NERD sebetulnya bukan tidak pandai bergaul, tapi cenderung pilih-pilih orang untuk pergaulan mereka.
example, nerd
NERD
Kesamaan Freak dan Nerd adalah dalam bersosialisasi. Orang tipe Freak biasanya cenderung dijauhi oleh orang lain yang tidak tahan dengan kegilaannya terhadap sesuatu, sementara NERD sebaliknya, justru ia yang cenderung menjauhi orang lain.

Ciri paling gampang untuk membedakan orang Freak dengan orang Nerd adalah saat berkomunikasi:
  1. Orang Freak biasanya akan jadi pendiam saat membahas hal-hal lain diluar hal yang digilainya, tapi jadi cerewet saat membahas apa yang digilainya itu. Gaya bicaranya cenderung subyektif dan terkesan imajinatif.
  2. Orang NERD biasanya akan menarik diri jika pembicaraan dinilai tidak dapat memberi manfaat bagi ilmu dan pengetahuan yang sedang didalaminya. Gaya bicaranya cenderung objektif dan terkesan ilmiah. 
Kesimpulannya, orang Freak dan Nerd ini hampir mirip. Keduanya sama-sama menggilai atau meminati sesuatu, yang membedakan Freak dan Nerd adalah pada cara, sikap dan passion mereka terhadap sesuatu itu.

Comments

  1. Kalo freaking Itu maksudnya apa? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo menurut tata bahasa berarti menggilai... tapi dalam penggunaan sehari-hari biasanya ga pake kata kerja (ing).

      Delete

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya.
Terimakasih untuk tidak memasang link aktif.

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…