Skip to main content

Bosan Dengan Musik Indonesia? Ini Penyebabnya

Adakah di antara kamu yang sudah atau mulai bosan dengan musik lokal? Merasa sudah jenuh dengan industri musik tanah air? Berikut saya paparkan beberapa alasannya:

1. Tema Lagu Cinta
Tak peduli apa pun genre-nya, tema lagu musik sekarang selalu soal percintaan. Memang, tema percintaan sangatlah menjual, tapi apakah semua sukses? No! Musisi sekarang lebih seperti mati ide (mungkin memang tidak punya idealisme) sehingga tak tertarik membuat lagu-lagu dengan tema lain. Tak peduli band, grup atau solo, tak peduli genre rock, pop, jazz atau soul, tema lagunya bisa dipastikan tentang percintaan. Muak? Aneh kalau tidak.

2. Monopoli Industri Musik
Kapitalisme sepertinya sudah meracuni seluruh aspek, termasuk industri musik. Bussines oriented? Sebenarnya lumrah karena namanya saja industri. Yang jadi masalah adalah ketika cara bisnis mereka di industri musik lebih mirip pedagang buah: jual sesuai musimnya. Tak peduli sejelek apapun, jika menjual dan laku, kontrak menghampiri. Kualitas dikalahkan kuantitas. Jangan heran juga kalau musik dari musisi asing sedikit sekali diputar di televisi.

3. Melemahnya Perlawanan Indie
Indie bisa dibilang jadi jalur perlawanan bagi para musisi terhadap keseragaman di industri musik. Sayangnya, gaung musisi indie saat ini tak sekuat beberapa tahun yang lalu. Mungkin karena kehadiran mereka ditekan dengan cara mejejali anak muda sekarang dengan acara-acara musik mainstream yang bertebaran di televisi. Ironisnya, fenomena personel atau band indie beralih ke jalur mainstream justru semakin marak (semoga di poin ini saya 100% salah).

4. Hilangnya Channel MTV Indonesia
MTV sebagai channel nomor 1 bagi anak muda khususnya penggemar musik sudah hilang sejak beberapa tahun silam. Sekarang tiap hari kita seperti dipaksa mengkonsumsi sajian musik kelas "singkong" dari beberapa televisi swasta. Efeknya sama dengan memakan singkong rebus setiap hari, dalam setahun. Tanpa MTV kita sulit atau tidak bisa mengikuti perkembangan musik lokal dan dunia. Untung saja sekarang ada internet. Tapi, taukah kamu kalau sekarang malah TVRI dan TV lokal lah yang lebih sering memutar musik asing? Kenapa musik asing jarang diputar di televisi? Yah, kembali lagi ke taktik monopoli tadi, kalau musik asing sering diputar, musisi lokal bisa modar atau setidaknya pendengar musik jadi lebih kritis, hehehehe...

Comments

Popular posts from this blog

Puddle Of Mudd - Blurry

Lagu yang satu ini benar-benar menyentuh banget buat saya. Genre rock tentu sudah menjadi prasyarat disamping musik yang sedikit balad membuat lagu ini semakin gelap dan berkesan untuk diresapi. Puddle of Mudd - Blurry .Lagu ini bercerita tentang perpisahan dengan orang yang dicintai dan meninggalkan rasa sakit yang teramat dalam.

Apa Itu Fans Karbitan?

Apa sih maksudnya fans karbitan? Fans yang berprofesi sebagai tukang las kah? Hahahaha, tentu bukan. Fans karbitan adalah fans yang tidak memiliki kesetiaan atau fans yang muncul disaat senang dan menghilang disaat susah. Logo resmi fans karbitan versi Liga Primer Fans karbitan tak selalu buta sepak bola (terutama klub dukungannya), tapi yang jelas mereka adalah tipikal yang mau enaknya saja, jadi fans pun hanya karena ingin eksis. Mereka juga bukan pecinta sepakbola netral yang bisa saja tidak menjadi fans tim / klub tertentu. Berikut adalah 7 indikator fans karbitan: 1). Glory Hunter  (25%) Setiap fans biasanya memang lahir dari masa kejayaan klub. Jadi, jika klub dukungannya sedang berjaya, sulit untuk memvonis dia sebagai karbitan. Yang terpenting dan yang menjadi elemen utama adalah loyalitas, yaitu disaat klub mengalami masa sulit, dukungannya tetap ada.  2). Mendukung lebih dari satu klub disatu kompetisi   (25%) Mengaku fans lebih...

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Jangan takut cabut gigi Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca. Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak. Becandain om om - ponk Problem Gigi 2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah. Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi  antibiotik dan sejenis painkiller . Sebenarnya bayar,...