Skip to main content

Pilih Pacar Atau Teman?

gambar, naksir

Bukan sesuatu yang diharapkan siapapun! Bahkan buat seseorang yang friendship judul post ini adalah sesuatu yang konyol juga bagi seorang yang romace. Bagaimana mungkin 2 komponen penting dalam hidup saling berseberangan satu sama lain? Memilih salah satunya bukanlah bunuh diri tapi sama halnya dengan kehilangan satu paru-paru dengan kata lain jauh lebih buruk: menyiksa. Apa yang harus kita lakukan jika harus memilih?

Cerita ini bukan hal baru, kita mungkin pernah mendengar atau melihat sendiri kejadian seseorang yang diminta memilih dan betapa sulitnya berada diantara 2 hal itu ketika mereka tidak sepaham. Kita yang berada ditengah layaknya ditarik oleh dua ekor kuda ke arah berlainan, tersiksa. 

Mengorbankan salah satunya juga seolah sama dengan jika kamu berada disebuah gedung yang akan runtuh dan ada dua orang yang butuh pertolongan kamu dan bisa kamu selamatkan, tapi kamu hanya sanggup membawa 1 dari mereka...

Lantas apa yang harus kita lakukan jika memang kita harus memilih? Apa yang akan terjadi jika kita membuat sebuah pilihan? Berikut saran yang dapat saya berikan pada kamu atau teman kamu yang mungkin berada dalam situasi seperti demikian:

Jika ingin memilih teman?
  1. Ingat, teman memang sangat penting dalam hidupmu, mereka adalah orang yang selalu ada dan dapat diandalkan. Kamu mendapat pengalaman dan kebahagiaan di dunia ini sebagian besar bersama dengan temanmu, tapi ingat juga: "apakah jika kelak kamu telah menikah, kamu akan tinggal satu atap dengan temanmu itu? dengan siapa sisa hidupmu akan kamu habiskan? bermain dengan teman-teman?" atau "jika punya anak, teman kamu akan dengan senang hati merawatnya hingga dewasa?".
  2. Kelak temanmu pun akan menatap masa depannya, bekerja, menikah dan punya anak, apakah kamu pikir mereka pun akan ada setiap saat untuk kamu disaat itu?
Jika ingin memilih pacar?
  1. Ingat, pacaran memang "mengasyikan" (walau ada dukanya), tapi jika pacar kamu tidak membawa kebaikan buat kamu bahkan merambah ke teman-temanmu buat apa dipertahankan? Cinta? Cowok/cewek gak cuma satu, jodoh ditangan Tuhan. Calon istri mungkin malah kamu dapatkan di kota lain tempat kamu bekerja kelak, sementara sekarang kamu masih kuliah dan mencari-cari di kota ini. Ini memang lebih mudah diucapkan ketimbang dilakukan, tapi hidup adalah pilihan!
  2. Menurut kamu siapa yang akan membantu kamu disaat-saat genting seperti ban bocor/mesin rusak dijalanan saat tengah malam? Siapa yang akan maju ke depan mengangkat keranda kamu jika kamu meninggal? Bahkan mungkin datang membantu keperluan acara pernikahan kamu? Temanlah orangnya!
Itu hanya sekelumit gambaran yang perlu kamu renungkan sebelum menentukan pilihan kamu.

Jadi apa kesimpulannya?
Jika kamu sudah merasa cukup bermain dan prioritas kamu sudah melangkah ke masa depan, selayaknya kamu pilih kekasih kamu itu. Percayalah, teman-teman kamu akan jauh lebih mengerti ketimbang pacar kamu jika "ditinggalkan". Terbuai dengan kesenangan bersama-teman-teman disaat seharusnya kamu sudah memikirkan masa depan justru malah akan balik menjatukanmu. Tapi jika kamu sendiri belum memikirkan masa depan kamu, kenapa harus kamu korbankan "mereka yang selama ini setia dan selalu ada dibelakang kamu?" untuk seseorang yang seolah tak pernah punya teman dalam hidupnya dan tidak tau apa gunanya memiliki teman?

Pacar/kekasih, merekalah yang memberikan kita kelembutan, dukungan, pengorbanan, belaian, kehangatan, cinta, kasih sayang dan semacamnya yang tak akan bisa diberi teman kita. Tapi teman, merekalah orang memberikan kita pengalaman dunia yang berwarna, orang yang bisa kita andalkan disaat kesulitan menimpa kita bahkan jika menimpa kita dan kekasih kita!

Teman: "semua untuk satu, satu untuk semua", tapi pacar/kekasih: "satu untuk satu, satu untuk satu". Semua belum tentu penting dan bisa diberikan/didapatkan, tapi satu adalah hal yang paling penting dan yang harus diberikan/didapatkan. Pacar/kekasih bisa menjadi teman dan sahabat, tapi teman/sahabat (selain beda gender) tidak akan bisa jadi kekasih kamu, kecuali kamu ada kelainan.

Sehingga disaat kita diminta harus memilih salah satu dari mereka pilihan kita adalah tidak memilih siapapun! Karena kita tidak akan jadi siapapun tanpa mereka. Maksudnya, jangan mengatakan pilihan kamu, tapi lakukan saja pilihan kamu itu.

Pilihan kamu menentukan menentukan hidup kamu, masa depan kamu dan pastinya kebahagiaan kamu. Tapi pastikan setiap pilihan yang kamu buat memang berasal dari dalam hati kamu. Sebab, tidak selamanya yang kita anggap baik akan baik untuk kita, dan tidak selamanya yang kita anggap buruk akan buruk untuk kita.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu!

Comments

Popular posts from this blog

Puddle Of Mudd - Blurry

Lagu yang satu ini benar-benar menyentuh banget buat saya. Genre rock tentu sudah menjadi prasyarat disamping musik yang sedikit balad membuat lagu ini semakin gelap dan berkesan untuk diresapi. Puddle of Mudd - Blurry .Lagu ini bercerita tentang perpisahan dengan orang yang dicintai dan meninggalkan rasa sakit yang teramat dalam.

Apa Itu Fans Karbitan?

Apa sih maksudnya fans karbitan? Fans yang berprofesi sebagai tukang las kah? Hahahaha, tentu bukan. Fans karbitan adalah fans yang tidak memiliki kesetiaan atau fans yang muncul disaat senang dan menghilang disaat susah. Logo resmi fans karbitan versi Liga Primer Fans karbitan tak selalu buta sepak bola (terutama klub dukungannya), tapi yang jelas mereka adalah tipikal yang mau enaknya saja, jadi fans pun hanya karena ingin eksis. Mereka juga bukan pecinta sepakbola netral yang bisa saja tidak menjadi fans tim / klub tertentu. Berikut adalah 7 indikator fans karbitan: 1). Glory Hunter  (25%) Setiap fans biasanya memang lahir dari masa kejayaan klub. Jadi, jika klub dukungannya sedang berjaya, sulit untuk memvonis dia sebagai karbitan. Yang terpenting dan yang menjadi elemen utama adalah loyalitas, yaitu disaat klub mengalami masa sulit, dukungannya tetap ada.  2). Mendukung lebih dari satu klub disatu kompetisi   (25%) Mengaku fans lebih...

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Jangan takut cabut gigi Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca. Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak. Becandain om om - ponk Problem Gigi 2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah. Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi  antibiotik dan sejenis painkiller . Sebenarnya bayar,...