Skip to main content

Apa Itu Fans Karbitan?

Fans Karbitan

Apa sih maksudnya fans karbitan? Fans yang berprofesi sebagai tukang las kah? Hahahaha, tentu bukan. Fans karbitan adalah fans yang tidak memiliki kesetiaan atau fans yang muncul disaat senang dan menghilang disaat susah.
Karbitan
Logo resmi fans karbitan versi Liga Primer
Fans karbitan tak selalu buta sepak bola (terutama klub dukungannya), tapi yang jelas mereka adalah tipikal yang mau enaknya saja, jadi fans pun hanya karena ingin eksis. Mereka juga bukan pecinta sepakbola netral yang bisa saja tidak menjadi fans tim / klub tertentu.

Berikut adalah 7 indikator fans karbitan:

1). Glory Hunter (25%)
Setiap fans biasanya memang lahir dari masa kejayaan klub. Jadi, jika klub dukungannya sedang berjaya, sulit untuk memvonis dia sebagai karbitan. Yang terpenting dan yang menjadi elemen utama adalah loyalitas, yaitu disaat klub mengalami masa sulit, dukungannya tetap ada. 

2). Mendukung lebih dari satu klub disatu kompetisi (25%)
Mengaku fans lebih dari satu klub adalah normal asal keduanya berada di kompetisi berbeda. Misalkan 1 klub lokal dan 1 klub internasonal. Tapi jika dia mengaku fans 2 klub sekaligus dalam 1 kompetisi, rasanya tak ada alasan menyulitkan untuk menyebutnya sebagi seorang karbitan.

3). Menonton pertandingan timnya tidaklah penting (20%)
Mungkin karena kesibukan dia tidak selalu bisa menonton, tapi bagaimana jika sudah dianggap tidak penting? Berarti ia tidak total mencintai klub. Menonton pertandingan merupakan wujud dasar dari seorang fans dan penyuka sepakbola, bukan jersey.

4). Memiliki, memasang atau memakai simbol klub lain (10%)
Pantang bagi fans sebuah klub memiliki embel-embel klub lain seperti jersey, namun kadang seseorang bisa saja menyukainya karena alasan estetika atau hadiah yang salah, yang pasti dia memiliki jersey klub lain bukan karena menyukai klubnya tapi murni karena fashion (koleksi). 

5). Lebih menyukai pemain dibanding klub yang dibelanya (10%)
Ini tidak sama dengan menyukai klub karena pemain. Golongan ini lebih pantas disebut fans pemain (personal) bukan klub. Tanyakan, bagaimana jika pemain itu nantinya pindah klub, apakah dia tetap di klub atau ikutan mendukung klub baru si pemain? Heheee..

6). Pengetahuannya soal sejarah klub kesukaan jongkok (10%)
Biasanya seorang fans mengetahui sejarah sejarah dasar sebuah klub seperti jumlah gelar, tahun berdiri, tahun juara, pemain legendaris dan walau sedikit, rasanya itu sudah cukup. Ada pepatah yang mengatakan "tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta".

Nah, dari 6 indikator di atas, jika yang terpenuhi salah satunya saja belum tentu dia karbitan, namun jika skornya lebih dari 50% (dalam versi saya) maka orang itu kemungkinan besar fans karbitan.

Oh ya, artikel ini juga bisa berlaku bagi fans di bidang lain seperti musik.

Comments

  1. kalo menurut gw, persentasenya seharusnya:
    1. Glory Hunter (10%)
    2. Menonton ga penting (15%)
    3. Fans lebih dari satu klub (15%)
    4. Punya banyak Jersey (5%)
    5. Suka karna pemain (15%)
    6. Ga tau sejarah klub (25%! fatal ini!)
    7. Tidak mengakui rekor tim lain (5%)
    8. Fans bertahun-tahun (5%)
    9. Bangga pada diri sendiri (5%)

    ReplyDelete
  2. fans karbitan = fans yang merasa hebat dan tau segalanya padahal baru nge fans bola pasca 2006

    ReplyDelete
    Replies
    1. bg aku mau nanyak, emang kalau dari tahun 2006 enggak boleh ngefans sama club bola ? nanyak aja bg hehehe

      Delete
  3. Gila lu..., kayak gini aja diributin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak usah di baca kali, orang cuman share...

      Delete

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya.
Terimakasih untuk tidak memasang link aktif.

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…