Skip to main content

Agar Tidak Menjadi Korban Bullying

Agar Tidak Menjadi Korban Bullying
Stop Bullying
Akhir-akhir ini banyak kasus bullying terangkat permukaan dan menjadi fenomena di masyarakat khususnya remaja. Bagaimana tidak, bullying ternyata bisa berdampak sangat buruk tidak hanya bagi korban tapi juga pelaku. Bullying bisa membuat korbannya frustasi, stress, gangguan mental, bunuh diri bahkan membunuh pelakunya. Bagaimana caranya agar tidak menjadi korban bullying

Berikut sedikit masukan dari saya plus pengalaman pribadi yang mungkin bisa membantu memotivasi kamu yang mungkin suka di bully oleh orang-orang di sekitarmu:

1. Percaya Diri
Kebanyakan korban bullying menjadi sasaran karena kekurangan yang dimilikinya, entah itu fisik atau pembawaan. Jangan kamu merasa minder dengan kekurangan itu, percayalah semua manusia diciptakan sama terhormatnya bagaimana pun ia diciptakan. Tunjukan karaktermu. 

2. Jadilah Pribadi Menyenangkan
Biasanya korban bullying cenderung menutup diri & menjauh, hal ini justru semakin memperburuk keadaan. Jadilah pribadi yang menyenangkan & disukai. Jadikan dirimu berkesan & layak untuk diperhitungkan oleh orang-orang di sekelilingmu, bukannya bersembunyi atau menghindar. 

3. Tunjukan Kekuatan, Berikan Perlawanan
Ini mungkin cukup ekstrim, tapi melawan merupakan tindakan alamiah. Jangan pasrah! Tunjukan kamu punya kekuatan, walau pun hanya sedikit & akan membuatmu "sakit & terluka" tetap tunjukan bahwa kamu tidak terima diperlakukan rendah serta memiliki harga diri seperti mereka. Dengan adanya perlawanan mereka akan berpikir dua kali untuk mengusikmu lagi. 

Kesimpulannya adalah: kamu harus punya karakter yang berkesan bagi orang-orang di sekelilingmu. Kebanyakan orang-orang mengganggu karena mereka tidak mengenalmu dan karena tidak mengenalmu, mereka tidak peduli padamu. Semakin kamu menjauh, semakin mereka tidak mengenal. Semakin kamu tidak dikenal, semakin mereka tidak peduli.

"Semut kecil pun jika terinjak akan mengigit".

Comments

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…