Skip to main content

Ciri - Ciri Band dan Musisi Alay

Alay adalah istilah yang populer di Indonesia dekade ini. Istilah alay biasanya disematkan pada sesuatu yang terlihat kampungan dan norak. Sayang sekali alay belum resmi masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mungkin karena di planet lain atau galaxy yang lain kata alay sudah dipatenkan. Jadi, untuk melindungi bumi dari invasi makhluk asing maka...ini jadi kemana gue ngomongnya?

Lalu adakah hubungannya alay yang berarti norak itu dengan musisi? Ada! Dengan kata lain musisi alay adalah musisi norak. Tapi seperti biasa, untuk tidak menimbulkan sangketa saya tidak akan menyebutkan nama tapi hanya memberi clue atau kriteria. Yang menentukan kadar alay dari sebuah atau seorang musisi saya berikan pada pembaca yang kali ini saya harap bukan cuma budiman. (Bisa gila gue kalo bikin postingan cuma buat pembaca budiman terus).

Gambar 1

1. Lipsync (Kadar Alay: 30%)
Saya memasukkan lipsync (bahkan memberi peringkat satu) sebagai salah satu syarat musisi disebut alay. Kenapa? Karena lipsync itu menjijikan, memalukan, sangat tidak profesional dan jelas-jelas mengibuli orang. Di mata saya jika ada musisi lipsync, maka hal itu jauh lebih buruk dibanding harus melihat Olga Syahputra menyanyikan "Hancur Hatiku" untuk 10 kali ulangan. Tapi, lebih bodoh yang memberi tepuk tangan sih...

2. Karya (Kadar Alay: 25%)
Chord standar sih gak masalah selama sang musisi eksploratif, simplenya: kreatip. Pake "pe" ya? Banyak juga kok musisi luar yang memakai chord standar pada lagu-lagunya. Masalahnya seberapa eksploratif dan kreatifnya si musisi agar yang standar jadi berkelas. Haduh, capek deh ngomongin musik sekarang. Praktis sejak 2010, gue udah ga tau lagi lagu Indonesia yang enak tu yang mana? Punyanya siapa?

3. Style (Kadar Alay: 25%)
Style disini adalah style dalam bentuk yang sebenar-benarnya. Entah kenapa ada beberapa musisi yang "mencoba tampak keren" tapi gagal total, atau mencoba "tampil beda" tapi malah jadi mengerikan. Yang membuat saya terbahak ada band yang anggota terutama vokalisnya "tampak" metal/nge-rock, gahar deh pokoknya. Eh, pas nyanyi udah kayak orang ngeden eek sambil baca puisi. Musik? beh... *tepok jidat

4. Attitude (Kadar Alay: 20%)
Akhir-akhir ini saya sering mendengar dan melihat musisi yang memiliki attitude jelek. Ada yang terkenal dikit belagunya minta ampun, malah dengan penggemarnya sendiri. Seorang musisi jika sudah terkenal tidak dipungkiri lagi adalah idola yang mustinya punya label "layak tiru". Inspiratif. Sayang sekali, yang banyak sekarang cuma "layak buang". Ada yang mukanya jelek punya bini cakep malah ditabokin, ups!

Oke, 4 poin di atas adalah ciri-ciri band dan musisi alay versi rickorockers. Jika cuma salah satunya yang kurang ya... mungkin itu musisi belum alay, kalau 2 berarti udah "Separuh Alay", kalau udah liwat 2? Oke, saya kembalikan pada anda yang tentu punya versi masing-masing.

Si budiman kemana ya?

Comments

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…