Skip to main content

Tips Agar Tampak Macho dan Maskulin

Sebagai orang Asia dengan (mayoritas) wajah berbentuk oval, kita para laki-laki kadang sulit untuk tampil maskulin. Berbeda dengan mereka yang berasal dari Eropa atau Amerika. Wajah dari ras Asia biasanya memang lebih "awet" dan "childish". Kalau tidak percaya bandingakan saja pemuda Asia berusia 17 tahun dengan pemuda Eropa seusianya.

Oleh karena itu, perlu beberapa kiat agar pria Asia bisa memiliki perawakan yang macho, maskulin dan 'jantan'. Kebetulan juga sedang trend-nya saat ini laki-laki bergaya maskulin:
1. Menumbuhkan rambut wajah
Menumbuhkan rambut seperti kumis, jenggot dan cambang adalah cara instan untuk mendapatkan kesan meskulin. Alasannya jelas, karena ketiga hal itu merupakan ciri khas alami bagi laki-laki. Dengan menumbuhkan rambut di wajah, seseorang akan tampak lebih dewasa dan 'jantan'.

Cool

2. Memperhatikan cara berpakaian
Cara berpakaian juga harus diperhatikan. Perlu diingat bahwa maskulin itu ciri pria dewasa, jadi disarankan untuk tidak berpakaian ala remaja seperti memakai kaos kuning bergambar Mickey Mouse. Dari segi warna cukup two tone, jangan gunakan yang full color. Tampilah ringkas dan santai (casual).

3. Membentuk tubuh ideal
Tak terbantahkan lagi kalau bentuk tubuh yang atletis adalah cara paling ampuh agar tampak jantan. Dengan memiliki tubuh atletis, kamu akan terlihat kokoh dan kuat di mata para wanita. Beruntunglah bagi yang dikaruniai tubuh ideal, bagi yang tidak? Ya, harus olah raga dan latihan.

4. Pembawaan / karakter
Karakter atau pembawaan juga akan berpengaruh. Well, jangan macho di 'kesing'-nya doang, dalemannya juga harus dong. Cobalah belajar bersikap dewasa atau stay cool terhadap segala sesuatunya. Hanya saja, jangan terlalu maksa apalagi sampai kamu kehilangan karakter aslimu.

Jadi, ke 4 kiat itulah yang perlu kamu lakukan jika ingin tampil lebih macho dan maskulin. Jika tidak bisa sekaligus, lakukan saja step by step. Oh ya....ada yang kenal mbak kulin gak?

Perhatian: 
Artikel tentang "Tips Agar Tampak Macho dan Maskulin" ini dibuat khusus untuk dan oleh laki-laki normal. Kalau kamu tidak suka, kemungkinan kamu adalah fans boyband.

Comments

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…