Skip to main content

Untung Rugi Punya Wajah Baby Face

Memiliki wajah yang baby face, imut, childish, kekanak-kanakan dan semacamnya memberikan beberapa keuntungan dan kerugian bagi pemiliknya. Seperti apa sajakah itu?

Babyface

Keuntungan dari memiliki wajah babyface:
1. Lebih Awet Muda
Yup, dengan wajah kekanakan kamu akan terlihat lebih muda dan lebih segar dari usia aslimu. Saat orang-orang takut dan khawatir akan mengalami penuaan dini, pemilik wajah babyface jelas tidak perlu memusingkan hal seperti ini.
2. Lebih Fleksibel Bergaya
Dengan wajah "lebih muda", kamu lebih fleksibel dalam bergaya. Saat orang berkata "aku sudah terlalu tua untuk pakaian ini", tapi tidak dengan kamu. Kamu tetap bisa tampil ala anak muda walau dari segi usia kamu sudah dewasa.
3. Mudah Diayomi dan Disukai
Wajah kekanakan akan membuat orang lebih mudah untuk menyayangimu (ditunjang dengan sikap tentunya). Disadari atau tidak, dengan melihat wajahmu saja, terkadang orang akan lebih mudah tersentuh dan memberi bantuan.

Adapun kekurangan memiliki wajah babyface:
1. Suka Salah Panggil
Ini konsekuensi alamiah yang harus ditanggung oleh pemilik wajah babyface. Terkadang orang yang tidak mengenal memanggilmu dengan sebutan yang lebih kecil: "dek...". Jadi menyebalkan jika orang itu ternyata lebih muda darimu.
2. Tidak Diperhitungkan
Orang lebih suka menilai berdasarkan apa yang dilihatnya. Memiliki wajah seperti anak kecil, apalagi ditunjang fisik yang kecil pula, membuat orang cenderung beranggapan dan memperlakukanmu seperti anak kecil pula.

Pada akhirnya, toh keuntungan memiliki wajah babyface lebih banyak daripada ruginya. Bersyukurlah jika kamu memiliki wajah baby face.

Comments

  1. ARTIKEL INI MAH NYINGGUNG GUE...HAHAH #NGARAP

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan tersinggung, yang penting tidak tersungging

      Delete
  2. Gua yrmasuk gua termasuk baby face jg loh percaya gak?

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya.
Terimakasih untuk tidak memasang link aktif.

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…