Skip to main content

Alasan Liga Primer Inggris Lebih Baik

Liga Primer Inggris atau Premier League saat ini dikenal sebagai liga sepakbola terbaik di dunia. Apa alasan yang membuatnya demikian? Sebagai penggemar Liga Primer saya akan coba kemukakan beberapa alasan yang membuat Liga Primer Inggris dinilai lebih baik dibanding liga lainnya.

1. Permainan
Inggris dikenal dengan konsep permainannya yang sedikit mengabaikan unsur teknik dengan lebih mengedepankan speed and power, populer dengan istilah kick n rush. Hal ini membuat pertandingan-pertandingan Liga Primer jadi seru sekalipun yang bertanding adalah klub-klub papan bawah. Di liga lain yang permainannya lebih taktis, laga cenderung berjalan lambat dan membosankan.

2. Persaingan
Rasanya tak ada kompetisi papan atas Eropa yang memiliki tingkat persaingan seketat Liga Primer dimana semua tim mampu saling mengalahkan. Jumlah poin jenjang adalah hal yang lumah, persaingan juara pun tak dimonopoli 1, 2 tim saja. Ketegangan hingga akhir kira-kira sudah menjadi ciri khas Liga Primer. Persaingan di Liga Primer benar-benar menggambarkan makna dari kata persaingan itu sendiri.

3. Atmosfer
Atmosfer Liga Primer memang tak seatraktif liga lain, hal ini dikarenakan peraturan ketat FA. Dampaknya fans hanya mendukung dengan drum, teriakan, chant dan nyanyian. Tapi justru hal itu yang membuat atmosfer Liga Primer jadi hebat. Stadion bergemuruh oleh suara manusia 90 menit non stop. Lapangan dan penonton yang hanya dipisah papan reklame turut memperkuat atmosfer itu.

4. Jadwal
Mayoritas partai Liga Primer dimainkan jelang atau sore hari waktu setempat pada hari Sabtu dan Minggu. Di Indonesia yang berjarak waktu sekitar 6 jam dengan Inggris, kita tidak harus selalu begadang untuk menonton. Berbeda dengan liga Eropa lain yang kebanyakan dilangsungkan jelang atau malam hari waktu setempat yang di Indonesia berarti waktu menonton adalah pada dinihari.

Nah itu menurut saya yang merupakan penggemar Liga Primer atau Premier League Inggris, bagaimana menurut kamu? Ada tambahan?

Comments

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…