Skip to main content

Ciri - Ciri Pelaku Kentut

Ciri - Ciri Pelaku Kentut

Kentut di sekitar orang lain adalah tindakan kriminal, meski hal itu sangat manusiawi. Ada saatnya seseorang kelepasan atau malah sengaja melepaskan kentutnya. Tapi rasanya tak ada seorang pun manusia di dunia ini yang mau mengakui kalau ia sedang kentut karena jelas, akan sangat memalukan. Jadi saat berada di tempat umum orang akan berusaha menyembunyikan kentutnya.

Saya pun jadi terinspirasi berbagi trik: cara mendeteksi pelaku kentut!
Berikut adalah ciri-ciri pelaku kentut versi rickorockers, ga tau deh versi Pak Presiden:

1. Mendadak Bicara dengan Nada Tinggi
Biasanya trik ini digunakan untuk menyamarkan suara kentut atau mengalihkan perhatian. Jika terdengar suara kentut lalu tiba-tiba seseorang bicara dengan nada tinggi plus gaya yang sok asik, kemungkinan ia pelakunya.

2. Duduk Miring - Miring Tidak Nyaman
Teknik ini (jaelah) biasa digunakan seseorang untuk meminimalisir suara, bau dan volume kentut. Perhatikan orang yang duduknya miring-miring tidak nyaman tapi ekspresi mukanya justru datar. Kombinasi antara rasa "lega" dan pura-pura.

3. Marah dan Mencari Kambing Hitam
Ada seseorang yang marah karena telah mencium bau kentut, ia lalu mencari dan menuduh orang lain, padahal orang di sekitarnya belum mencium bau apa pun dan posisinya cukup jauh dari yang lain. Bukankah itu malah mencurigakan?

4. Pergi Mendadak Tanpa Alasan
Biasanya dilakukan oleh orang yang cenderung pemalu (atau tidak kuat dengan bau kentutnya sendiri?). Dengan pamit atau tidak, yang jelas beberapa saat setelah kepergiannya, orang-orang yang ditinggalkan akan menjadi zombie...

Oke, itulah cara mendeteksi pelaku kentut atau ciri-ciri pelaku kentut yang perlu kamu ketahui. Terakhir, kok bisa-bisanya ya saya nulis artikel absurd macam ini?

Comments

  1. Hahaha iya nih kadang saya sendiri kalo kentut suka cari kambing hitam terus pergi mendadak .. lalu ketawa :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya.
Terimakasih untuk tidak memasang link aktif.

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…