Skip to main content

Gigi Berlubang? Sakit? Jangan Masukkan Apapun!

Pengobatan Sakit Pada Gigi Berlubang
Pengobatan Sakit Pada Gigi Berlubang
Ini adalah tulisan yang saya susun berdasarkan pengalaman sendiri. Yup, saya memang punya riwayat sakit gigi yang panjang, sudah sejak SMP. Bisa dibilang saya punya banyak pengalaman dengan sakit gigi.

Bagi penderita gigi berlubang, sakit gigi hanya soal waktu. Cepat atau lambat pasti akan mengalami jika dibiarkan begitu saja. Buat saya, penanganan logis untuk gigi berlubang hanya dua: tambal atau cabut. Memang ada perawatan medis bagi gigi berlubang, seperti terapi, tapi itu menyita waktu dan uang.

Nah, saat sakit gigi seringkali kita mencoba untuk meredakan nyeri atau mengobatinya dengan memasukkan sesuatu ke dalam lubang gigi. Entah itu berupa minyak, rempah atau lainnya yang dianggap bisa mengatasi permasalahan pada gigi, tapi percayalah, itu semua cuma sugesti, sedikit sekali yang berhasil.

Mungkin beberapa 'ramuan' memang mampu meredakan rasa nyeri, tapi dari pengalaman saya, sifatnya temporer alias sementara. Jarang sekali yang menghilangkan sakit secara permanen. Bahkan tak jarang malah membuat gigi yang tadinya hanya ngilu atau nyeri sedikit jadi bertambah sakit.

Dari yang saya pelajari, saat gigi sakit, ada beberapa level atau tingkat sensitifitas pada gigi yang sakit tersebut. Katakanlah gigi kita sebenarnya hanya sakit sedikit, tapi sedang sensitif. Namun karena khawatir bertambah sakit kita memasukan ramuan ke dalam lubang, hasilnya? Gigi malah bertambah sakit.

Saya pernah mencoba beragam cara. Cabe rawit, bawang merah, bawang putih, minyak angin, garam, minyak cap kakak tua, jeruk nipis bahkan saking frustasinya saya pernah mencoba cara konyol: menggingit batu es! Hasilnya? Saya menggelinjang seperti ayam disembelih. Nyerinya luar biasa menyakitkan.

Memasukkan ramuan ke dalam lubang gigi sebenarnya sama dengan memasukkan ramuan ke dalam jaringan atau lapisan gigi. Kita tidak bisa mendeteksi tingkat sensifitas tersebut, jika tidak sedang sensitif, mungkin trik itu akan berhasil, jika sedang sensitif? Bersiaplah untuk penderitaan yang semakin parah.
Bagian Gigi Berlubang
Bagian Gigi Berlubang
Kalau sudah demikian, bagaimana caranya mengatasi sakit gigi pada gigi berlubang? Sebenarnya sederhana, tapi butuh kesabaran yang luar biasa:
  1. Pertama, jangan beri perlakuan apapun pada gigi. Kalau perlu minimalkan pergerakan rahang atau mulut serta gesekan pada gigi. Normalnya nyeri akan berkurang bahkan menghilang dengan sendirinya, walau lambat, tapi alami.
  2. Kedua, hindari kebiasaan yang menjadi penyebab gigi sakit seperti: meminum minuman yang dingin atau panas, memakan makanan yang keras dan alot, merokok, menyedot, menghisap atau tidak menggosok gigi.
  3. Ketiga, minumlah obat antibiotik. Bisa didapat di apotek. Saya biasanya mengandalkan amoxicillin yang sudah dikenal sebagai antibiotik level standar dan antalgin sebagai peredam rasa nyeri. (Sebaiknya dengan rujukan dokter).
Kesimpulannya? Pertama, tidak ada obat sakit gigi yang benar-benar mampu menyembuhkan sakit gigi secara instan apalagi permanen. Jika ingin menghilangkan sakit gigi secara permanen jawabannya hanyalah dengan penanganan medis yang tepat.

Kesimpulan kedua, dengan memasukkan sesuatu ke dalam lubang gigi yang sedang sakit, kita sebenarnya sedang memperparah kondisi penyakit itu sendiri. Tak hanya itu, kita juga sengaja menghambat proses penyembuhan gigi secara alami. 
Gigi yang sakit ibarat luka yang sedang terbuka dan kemudian kita memasukan beragam benda tak steril ke dalamnya? ayolah..." - rickorockers

Comments

  1. Hm.. tapi banyak anjuran orang lain masukkan cengkeh, kapas, pil, dll..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari pengalaman saya kalau sakitnya masih dalam level ringan (tapi mengganggu) ya tidak apa, untuk resiko ya tanggung sendiri.

      Delete

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya.
Terimakasih untuk tidak memasang link aktif.

Popular posts from this blog

Believe Me: Ternyata Cabut Gigi Itu Tidak Sakit!

Saya mau share pengalaman cabut gigi yang bagi sebagian orang begitu "horor". Seperti biasa, sebelum dicabut saya tanya sana-sini. Yang ditanya ya macam-macam. Mulai dari biaya, dokter, tempat dan pastinya: "sakit nggak siiihh?". Karena ini pengalaman pertama, maka saya akan ulas tuntas bagi para pembaca.
Selasa, 25 Juni 2013 saya telah resmi kehilangan 2 geraham. Ingat, dua. Harus diakui, untuk urusan gigi saya memang bukan contoh yang baik, khususnya bagi anak-anak.
Problem Gigi
2 geraham bawah kiri saya sudah dalam keadaan kritis. Dokter bilang nomor 36, 37 (ternyata gigi punya nomer antrian juga). Kondisinya? Kayak tanah dihantam meteor. Saya gak akan beri gambaran lebih detil deh..., parah.
Kunjungan Pertama Oke, lanjut. Seminggu sebelumnya saya sudah datang, tapi berhubung gusi sedang meradang, operasi pun batal. Saya hanya diberi antibiotik dan sejenis painkiller. Sebenarnya bayar, kena Rp50000. Hehehehee...
Kunjungan Yang Kedua
Seminggu berlalu, bengkak pun hi…

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama.
2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting.
3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi perbedaan dasar antara sweater dengan cardigan.
4. Jas Jas merupakan…

Aturan Mengenai Lagu Plagiat

Lagu plagiat tak lagi berdasar pada 8 bar! Undang-Undang Hak Cipta Tahun 2002 sebagai perbaikan dari Undang-Undang Hak Cipta Tahun 1982 mulai disosialisasikan. Musisi Indonesia dituntut lebih kreatif dan hati-hati dalam mengarang lagu.

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah hal baru yang disebut substantial part. ”Yaitu, bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang,” jelas James F.Sundah, musisi senior sekaligus ketua bidang teknologi informasi dan apresiasi seni PAPPRI. Substantial part mempertegas batasan sebuah lagu dikatakan plagiat atau tidak. Sebelumnya, kata James, sebuah lagu dikatakan plagiat alias menyontek jika memiliki kesamaan dengan lagu lainnya sebanyak 8 bar.

”Tapi, dengan aturan baru ini, belum sampai satu bar pun, jika sudah terdengar seperti lagu milik orang lain, bisa dikatakan plagiat,” jelasnya setelah pengumuman Lomba Cipta Nyanyian Anak Bangsa 2008 di Hotel Millenium Minggu.
Kesamaan itu bisa dalam bentu…