Skip to main content

Posts

Lepaskan Atribut Klub Saat Mendukung Timnas!

Tulisan ini berawal dari rasa kaget saya atas apa yang terjadi saat laga Timnas Indonesia melawan ASEAN All Star beberapa waktu lalu. Bukan soal pertandingannya, tapi soal seorang pemain timnas (Ferdinand Sinaga) yang melompati pagar pembatas dan mengejar penonton. Aksi dari Ferdinand ini disinyalir akibat kesal pada sekelompok supporter yang terus mengejeknya sepanjang pertandingan. What the.. . Tapi, saya tidak heran sama sekali. Buat saya kejadian macam ini hanya soal waktu. Sudah sejak lama saya memperhatikan betapa masih dungu -nya supporter sepakbola tanah air. Tidak semua, saya tidak menggeneralisir, tapi memang begitu adanya. Tidak sekali dua kali saya melihat ada atribut klub dipajang atau dipakai oleh supporter saat timnas bertanding. Mulai dari spanduk, chants , syal, hingga jersey klub. Sebenarnya buat apa? Eksistensi? Gagah-gagahan? Oh.... ayolah kawan... Ironisnya, (berdasarkan dari apa yang saya lihat) tindakan ini tidak dilakukan oleh segelintir oknum t...

Nostalgia: 8 Game Favorit di Rental PS 1

Di awal 2000an, Playstation begitu booming di Indonesia. Rental PS pun jadi salah satu bisnis yang menggiurkan karena harga konsol yang tergolong mahal saat itu. Hampir semua anak-anak dan remaja bermain Playstation di tempat rental, termasuk saya. Nah, untuk bernostalgia, saya akan share beberapa game terpopuler di rental Playstation 1 di era tersebut. Ingat ya, populer di rental Playstation alias yang paling banyak dimainkan di rental tempat saya dulu bermain bukan berdasarkan selera saya sendiri. 1. Winning Eleven Winning Eleven PS1 Bisa dibilang ini adalah game wajib bagi semua gamers. Sekalipun setiap gamers memiliki game favorit, Winning Eleven tetap jadi prioritas karena game sepakbola ini adalah 'game rakyat' dan biasa dimainkan bersama teman-teman. Kadang tempat rental juga mengadakan turnamennya. 2. Smack Down SMACK DOWN PS1 Tingginya rating acara gulat WWF Smack Down di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia saat itu turut membangu...

Hal Yang Membuat Kamu (Masih) Betah Facebook

Facebook memang fenomenal, (sampai-sampai dijadikan tema lagu dan film) tapi sekarang sudah mulai membosankan. Penyebabnya, tidak ada inovasi atau memang gak lagi manfaat?  Pribadi, saya masih buka facebook, tiap hari, walau sudah jarang update status sih (sering bingung mau update apa). Paling juga ngisengin teman dengan mengomentari statusnya buat lucu-lucuan. Trus apa sih yang bikin saya saat ini masih betah facebook-an? Saya cuma punya 3 alasan: Info lowongan kerja. Forum Gooners (saya fans Arsenal FC) Game Facebook Online. Maklum, sebagai mahasiswa + pengangguran yang suka nge-game dan Arsenal saya ngerasa gak ada lagi yang bikin Facebook menarik selain 3 hal itu. Sisanya? Boring! DDTank Bagaimana dengan kamu? Update:  sekarang saya pun sudah tidak lagi memainkan game online Facebook karena sekarang game online sudah dikuasai gadget Android. Untuk status pun saya kebanyakan direct dari Twitter.

Perbedaan Jacket, Sweater, Cardigan, Jas dan Blazer

Mungkin sudah banyak yang mengetahui 5 jenis outerwear ini, tapi masih banyak juga yang keliru membedakannya. Blazer disebut jacket, cardigan disebut sweater dan begitu seterusnya. Agar tidak salah kaprah, berikut perbedaan masing-masingnya. Jacket, Sweater, Cardigan, Jas, Blazer 1. Jacket Jacket adalah outerwear yang memiliki banyak varian bahan dan desain seperti kulit, parasut, denim. Umumnya memakai bahan yang kedap air atau tidak mudah basah serta berat dan akan terasa gerah jika dipakai dalam waktu yang lama. 2. Sweater Sweater adalah outerwear berkontur tebal dengan bahan yang lembut dan hangat. Biasanya dari benang wol. Kekeliruan sering terjadi saat menyebut sweater sebagai cardigan. Sweater merupakan terusan, tanpa kancing atau resleting. 3. Cardigan  Cardigan bisa dibilang turunan dari sweater tapi dengan kontur yang lebih tipis dan slim. Desain cardigan bisa dibilang seperti hasil 'kawin silang' antara sweater dengan kemeja, hal yang jadi...

Masih Dunia Lain HOAX?

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan kalau tujuan saya membuat tulisan ini bukanlah untuk menjelek-jelekkan apalagi menjatuhkan nilai program tersebut. Saya justru adalah penggemar, bahkan keluarga saya juga (dulu).  Tapi ada beberapa hal yang melemahkan pamor MDL di mata saya:. 1. Acara Menjadi LIVE Agak mengagetkan pada awalnya, karena akan sangat membosankan memeloti seseorang menginspeksi ruangan gelap selama 2 jam non stop. Saya membayangkan, pada durasi 4 jam saja kadang tidak ada interaksi yang berarti. 2 jam LIVE? Ayolah... 2. Perubahan Format Uji Dari tapping menjadi LIVE, dari 4 jam menjadi 2 jam dan akhirnya dari 1 peserta untuk 2 hari jadi 1 peserta untuk setengah jam saja. EPIC! What the hell happen? Pihak MDL beralasan tingginya animo masyarakat untuk menjadi peserta uji nyali. 3. Banyak Interaksi Gaib Dugaan saya akan kebosanan dari tayangan MDL secara LIVE terbantahkan dengan banyaknya interaksi yang terjadi. Tentu hal ini membuat MDL jadi menarik, tapi mu...

Alasan Liga Primer Inggris Lebih Baik

Liga Primer Inggris atau Premier League saat ini dikenal sebagai liga sepakbola terbaik di dunia. Apa alasan yang membuatnya demikian? Sebagai penggemar Liga Primer saya akan coba kemukakan beberapa alasan yang membuat Liga Primer Inggris dinilai lebih baik dibanding liga lainnya. 1. Permainan Inggris dikenal dengan konsep permainannya yang sedikit mengabaikan unsur teknik dengan lebih mengedepankan speed and power, populer dengan istilah kick n rush. Hal ini membuat pertandingan-pertandingan Liga Primer jadi seru sekalipun yang bertanding adalah klub-klub papan bawah. Di liga lain yang permainannya lebih taktis, laga cenderung berjalan lambat dan membosankan. 2. Persaingan Rasanya tak ada kompetisi papan atas Eropa yang memiliki tingkat persaingan seketat Liga Primer dimana semua tim mampu saling mengalahkan. Jumlah poin jenjang adalah hal yang lumah, persaingan juara pun tak dimonopoli 1, 2 tim saja. Ketegangan hingga akhir kira-kira sudah menjadi ciri khas Liga Prime...

Salah Kaprah Soal OSPEK

OSPEK jadi fenomena akhir-akhir ini. Menurut saya, kegiatan OSPEK bisa sampai memakan korban jiwa bukan hanya kesalahan oknum dan sistem, tapi juga karena minimnya pemahaman dari kegiatan OSPEK itu sendiri. OSPEK merupakan singkatan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Tujuannya adalah agar mahasiswa baru bisa mengenali lingkungan akademis mereka, seperti: sarana prasarana, staff dosen, karyawan dan juga para senior. Jadi, sebenarnya kata ospek sendiri bermakna positif.  Kenapa ospek diadakan? Karena kehidupan dan sistem akademis di kampus hampir sangat berbeda dengan di sekolah, sehingga mahasiswa baru memerlukan sarana agar mereka bisa mengenali bagaimana sistem dan kehidupan akademis yang berlaku di lingkungan kampus tersebut. Berdasarkan hal di atas, jelas sekali bahwa sebenarnya tidak ada yang salah dengan ospek, lalu dimana masalahnya? Masalah sesungguhnya ada pada apa yang kita sebut plonco. Ya, perploncoanlah yang telah merusak image baik ospek. Jad...